Resume Kajian Fawaidul Fawaid “Penciptaan Nabi Adam”

Kajian Fawaidul Fawaid bersama Ustadz Luthfi Abdul Jabbar pada (Rabu, 16 Juli 2025) pertemuan ke 29 masuk pada pembahasan “PENCIPTAAN NABI ADAM” apa hikmah di balik penciptaan Adam, menekankan signifikansinya dalam ciptaan Allah.
Video Full Kajian
Pemateri memulai dengan menyoroti pentingnya mengingat Allah:
- Mengingat Allah bukan hanya dengan lisan tetapi juga melalui tindakan, seperti menghentikan pekerjaan untuk sholat [03:18]. Sholat dianggap sebagai bentuk zikir terbesar karena melibatkan berhenti dari aktivitas duniawi untuk fokus kepada Allah [03:42].
- Menghadiri majelis taklim juga merupakan bentuk zikir, diibaratkan seperti taman surga, di mana seseorang belajar tentang Al-Quran, Hadis, dan ilmu agama [04:05].
- Allah berjanji akan mengingat orang-orang yang mengingat-Nya, mengabulkan doa-doa mereka dan menanggapi kebutuhan mereka, sementara mereka yang melupakan Allah akan dilupakan oleh-Nya [06:04].
Tema utama berkisar pada hikmah penciptaan Adam:
- Penciptaan Pertama: Hal pertama yang Allah ciptakan adalah pena (qolam) untuk mencatat semua peristiwa dan takdir alam semesta sebelum penciptaannya, menekankan bahwa apa yang tertulis adalah ilmu Allah, bukan skenario yang dipaksakan [09:37]. Ilmu ilahi ini tidak pernah salah dan tidak dapat diubah [15:09].
- Adam sebagai Puncak Penciptaan: Adam diciptakan terakhir karena alam semesta disiapkan sebagai tempat tinggalnya [18:27]. Semua ciptaan lain, seperti langit, bumi, matahari, bulan, dan lautan, dibuat untuk melayani Adam dan memfasilitasi tujuannya untuk beribadah kepada Allah [19:23].
- Kesempurnaan dan Signifikansi Adam: Penciptaan Adam pada akhirnya menandakan kesempurnaan dan perannya dalam melengkapi alam semesta [21:16]. Ia dianggap sebagai esensi dan miniatur alam semesta, mewujudkan semua elemennya dalam dirinya [27:46].
- Keunggulan Adam: Penciptaan Adam setelah semua makhluk lain, termasuk malaikat, menunjukkan status dan kemuliaannya yang tinggi [38:43]. Manusia, tidak seperti malaikat, harus berjuang melawan keinginan mereka untuk menaati Allah, membuat ketaatan mereka berpotensi lebih mulia [39:51].
- Tujuan Fasilitas: Allah menyediakan semua kebutuhan dan fasilitas bagi manusia untuk memungkinkan mereka memenuhi tugas utama mereka yaitu beribadah kepada-Nya [34:04]. Mengabaikan tugas ini meskipun memiliki semua sumber daya dianggap sebagai kegagalan untuk menjunjung tinggi amanah yang diberikan oleh Allah [34:56