SEKILAS INFO
  • 1 bulan yang lalu / Khatib Jum’at 12 Desember 2025 insyaAllah Ustadz Ghasim Al-Ba’dani hafidzahullahu
  • 1 bulan yang lalu / Dauroh Menuju Keluarga Sakinah – Ahad 14 Desember 2025 untuk peserta yang sudah mendaftar
  • 1 bulan yang lalu / Dauroh Fiqih Janaiz – Ahad, 07 Desember 2025 untuk peserta yang suda mendaftar
WAKTU :

Resume Khutbah Jum’at, 18 Juli 2025

Terbit 19 Juli 2025 | Oleh : admin | Kategori : BelajarIbadah
Resume Khutbah Jum'at, 18 Juli 2025

Khutbah ini membahas bahaya “ujub” (kagum pada diri sendiri) dan kesombongan, menekankan pentingnya kerendahan hati dan mengakui peran Allah dalam semua kesuksesan.

Video full khutbah Jum’at, 18 Juli 2025

https://www.youtube.com/watch?v=kCFqBVtuhz0&t=1108s&ab_channel=MasjidNurSalmaCentennialTower

  • Memahami Ujub dan Bahayanya:
    • Ujub didefinisikan sebagai kekaguman pada diri sendiri atau bangga pada diri sendiri, dosa hati yang tersembunyi yang mencemari jiwa seorang mukmin [04:02]. Ini adalah pendahulu kesombongan, karena seseorang tidak bisa sombong tanpa terlebih dahulu menganggap dirinya sempurna atau lebih baik dari orang lain [04:48].
    • Nabi Muhammad shalallhu wa’alaihi wasallam lebih takut ujub daripada dosa, karena ujub dapat menyebabkan kejatuhan yang lebih besar daripada melakukan kesalahan [03:11]. Seseorang yang memiliki sedikit saja kesombongan di dalam hatinya tidak akan masuk surga [13:41].
  • Contoh Ujub dari Al-Quran:
    • Qarun: Ujub Qarun berasal dari kekayaannya, percaya bahwa kesuksesannya adalah karena pengetahuan dan keahliannya sendiri, bukan karena rahmat Allah. Ini menyebabkan kejatuhannya dan ditelan bumi bersama hartanya [06:17].
    • Pemilik Dua Kebun: Seorang pria yang membanggakan kebunnya yang sukses, mengaitkan kemakmurannya semata-mata pada kecerdasan dan usahanya sendiri, mengalami kehancuran kebunnya oleh badai sebagai konsekuensi dari kesombongannya [07:15].
    • Perang Hunain: Selama Perang Hunain, beberapa Muslim menjadi terlalu percaya diri karena jumlah mereka yang lebih besar dan persenjataan yang lebih unggul, lupa untuk bersandar pada Allah subhanahu wa ta’ala. Ujub ini menyebabkan kekalahan awal dan mundurnya mereka, berfungsi sebagai pelajaran ilahi [09:24].
  • Mengatasi Ujub:
    • Mengenal Allah: Mengenali kebesaran, rahmat, dan pertolongan Allah membantu individu memahami kekecilan dan ketergantungan mereka kepada-Nya, mencegah penipuan diri [18:27].
    • Mengakui Ketidaksempurnaan: Mengingat kekurangan, kelemahan, dan keterbatasan diri sendiri membantu mencegah pertumbuhan ujub dan kesombongan di dalam hati [19:39].
    • Introspeksi Diri (Muhasabatun Nafs): Secara teratur memeriksa kekurangan diri sendiri dan meminta pertanggungjawaban diri, seperti yang dinasihatkan oleh Imam Ahmad dan Umar bin Khattab, sangat penting untuk membersihkan hati dari ujub [20:49].

Khatib Ustadz Luthfi Abdul Jabbar hafidzahullahu ta’ala

 

SebelumnyaResume Kajian Fawaidul Fawaid "Penciptaan Nabi Adam"

Tausiyah Lainnya